infopaytren.com
BREAKING
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Januari 2013

Azab Bagi Wanita

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat
Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah.

Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw menangis. Beliau menjawab,

"Pada malam aku di-isra'- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar,
beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang
rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi saw.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka
disiksa seperti itu?

*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.

*Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.
Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

Minggu, 06 Januari 2013

LELAKI PILIHAN ALLAH UNTUKKU

Duhai Lelaki Pilihan Allah Untukku....

Entah dengan apa ku harus menggambarkan segala rasaku padamu...

Tak cukup dengan untaian kata,dan barisan kalimat indah...

Tak mampu tergambar dengan pewarna apapun, semuanya terlalu indah...

Tak kan ada kanvas yang mampu membingkai semua warna tentangmu...

Karena kau begitu disini....dihatiku....

Tahukan betapa besar rasa syukurku,ketika Allah memilihku untuk menjadi pendampingmu...

Tak pernah ku merasa cukup mensyukuri nikmat itu...

Betapa bahagiaku ketika kau memilihku diantara sekian banyak yang jauh lebih indah di luar sana...

Kau tau dengan sangat tahu,aku hanya wanita dengan segala keterbatasan dan kau tetap memilihku...

Duhai Lelaki Pilihan Allah Untukku...

Tahukah engkau betapa buncahahan di dada ini seakan ingin meledak,membawaku ke awan yang hanya mampu ku ekspresikan dengan airmata...

Ketika dari lisanmu kau sebut namaku dalam lantunan ijab kabul yang suci...

Ketika itu pula ku abdikan diriku padamu,dengan segala ketundukan yang kumiliki...

dan Kau tau,bahwa akan ku patuhi inginmu selama tak bermaksiat pada Sang Maha Kasih,Robbul 'izzati....

Duhai Lelaki ku, penghìas mata dan hatiku...

Tak pernah ku lalui tiap hari, tiap jam, tiap detik kecuali kulalui hanya dengan jatuh cinta padamu...

Tak akan pernah berkurang rasa ini padamu,karena disini di hati ini kaulah yang terindah...

Dan akupun berharap dengan segala kekuranganku,kau sudi menjadikanku perhiasan terindah di mata dan hatimu...

Aku tau,diri ini tak jelita dan tak se cerdas Aisyah,apalagi setaqwa Khadijah, Namun sungguh ku akan mencintaimu seperti mereka,cinta yang terbingkai atas nama~NYA...

Duhai Pelipur Laraku...

Aku pun tahu betapa lelah dan penat harimu,bergelut dengan rutinitas kerjamu...

Kau lalui dengan penuh keikhlasan demi aku,demi anak~anak kita, demi kami amanahmu dari~NYA...

Sungguh,ketika kau lelap dalam tidurmu,aku menangis menatapmu dlm wajah lelahmu...

Betapa ku hargai tiap tetesan keringatmu, bukan berapa banyak yg telah kau beri,namun berapa banyak cinta dalam tiap tetes keringatmu,dalam tiap lelahmu... Dan aku selalu merasa cukup dengan itu...

Duhai Cintaku, Labuhan Hatiku..

Gandeng tanganku ke Jannah~NYA...

Jangan segan membangunkanku di 1/3 malam terakhir, bersama kita mengarungi samudra cinta~NYA dalam lautan dzikir...

Jangan pernah segan menegurku dalam tiap khilafku,aku adalah wanita biasa,ada kalanya ku berbuat salah padamu,maka bersabarlah padaku,jangan membentakku atau membiarkanku..

Kau tau aku adalah kaum yg tercipta dari tulang rusuk yang paling bengkok...

Ada kalanya aku akan membuatmu begitu marah,maka ketahuilah olehmu bahwa DIA menghendaki kau menasehatiku dengan hikmah,

Sungguh hatiku tetaplah wanita yang lemah pada kelembutan,namun jangan kau coba meluruskanku, krn aku akan patah, tapi... Jangan pula membiarkanku begitu saja,karena akan selamanya aku salah...

Tatap mataku dengan cintamu,

genggam tanganku dan nasihati aku dengan lembut...

Niscaya kau akan menemukanku tersungkur menangis dalam pangkuanmu... Dan maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku...

Duhai Kasihku Dunia Akhirat...

Kau adalah nahkodaku, kemana kau mengarahkan haluan rumah tangga kita,di situ pula aku akan mengikutimu...

Maka jadilah Imam yang baik untukku, Ajarkan aku mencintaimu Karena~NYA...

Ridholah padaku, maka Rabb kitapun akan ridho padaku...

Sesungguhnya Ridhomu adalah Ridho Illahi....

Mudahkanlah jalanku ke Jannah~NYA...

Karena bagiku kau adalah kunci Syurgaku...

Dari Ummu , Ia berkata :Rosululloh SAW bersabda "Seorang perempuan jika meninggal dan suaminya meridhoinya maka ia akan masuk Syurga"

Sungguh, cintaku padamu akan bertambah seiring ketakwaanmu pada~NYA,

dan akan berkurang dengan kemaksiatanmu pada~NYA...

"Aku mencintaimu karena Allah.."

Masih Haruskah Berpacaran?

Mengenal lawan jenis dengan dalih untuk mengenal pribadi masing-masing.
Padahal kenyataannya, hanya sedikit kejujuran yang ditampakkan pada saat pacaran.
Rasa takut yang besar untuk ditinggal pasangannya atau hendak mengambil hati pasangannya membuat mereka menyembunyikan keburukan yang terdapat dalam dirinya.

Sudah menjadi rahasia umum, jika usia pacaran yang lama tak menjamin bahwa itu menjadi suatu jalan untuk memuluskan hubungan menuju jenjang pernikahan.
Sudah tak menjamin adanya pernikahan setelah sekian lama menjalin masa pacaran, juga banyak dibumbui pelanggaran terhadap rambu-rambu Allah.
Maksiat yang terasa nikmat.

Zaman sekarang, berpacaran sudah selayaknya menjadi pasangan Suami Istri.
Si Pria seolah menjadi hak milik wanita dan Si Wanita kepunyaan pribadi Si Pria.
Merekapun bebas melakukan apapun sesuai keinginan mereka.

Yang terparah adalah sudah hilangnya rasa malu ketika melakukan hubungan Suami Istri dengan Sang Pacar yang notabene bukan mahram.
Padahal pengesahan hubungan berpacaran hanya berupa ucapan yang biasa disebut “nembak”, misalnya “I Love You, maukah kau menjadi pacarku?”
dan diterima dengan ucapan “I Love You too, aku mau jadi pacarmu”. Atau sejenisnya. Hanya itu.
Tanpa adanya perjanjian yang kuat (mitsaqan ghaliza) antara seorang hamba dengan Sang Pencipta.
Tanpa adanya akad yang menghalalkan hubungan tersebut.

Hubungan pacaran tak ada pertanggungjawaban kecuali pelanggaran terhadap aturan Allah.
Karena tak ada yang namanya pacaran islami, pacaran sehat atau apalah namanya untuk melegalkan hubungan tersebut.

Kita berlelah melakukan hubungan pacaran.
Melakukan apapun guna menyenangkan hati Sang Kekasih (yang belum halal) meskipun hati kita menolak. Jungkir balik kita mempermainkan hati.
Hingga suka dan sedih karena cinta, cinta terlarang.
Hati dan otak dipenuhi hanya dengan masalah cinta. Kita menangis karena cinta, kita tertawa karena cinta, kita meraung-meraung ditinggal cinta, kita pun mengemis cinta.
Hingga tak ada tempat untuk otak memikirkan hal positif lainnya.

Tapi sayang, itu hanya cinta semu. Sesuatu yang semu adalah kesia-siaan.
Kita berkorban mengatasnamakan cinta semu.
Seorang pacar, hebatnya bisa menggantikan prioritas seorang anak untuk menghormati orangtua.
Tak sedikit yang lebih senang berdua-duaan dengan Sang Pacar dibanding menemani orangtua.

Pacar bisa jadi lebih tau sedang dimana seorang anak dibanding orangtuanya sendiri.
Seseorang akan rela menyenangkan hati pacarnya untuk dibelikan sesuatu yang disuka dibandingkan memberikan kejutan untuk seorang Ibu yang melahirkannya.
Seseorang akan lebih menurut pada perintah Sang Pacar dibanding orangtuanya.
Hubungan yang baru terjalin bisa menggantikan hubungan lahiriyah dan bathiniyah seorang anak dengan orangtua.

Jikapun akhirnya menikah, maka tak ada lagi sesuatu yang spesial untuk dipersembahkan pada pasangannya.
Sebuah rasa yang seharusnya diperuntukkan untuk pasangannya karena telah diumbar sebelumnya, maka akan menjadi hal yang biasa.
Tak ada lagi rasa “greget”, karena masing-masing telah mendapatkan apa yang diinginkan pada masa berpacaran.
Bisa jadi, akibat mendapatkan sesuatu belum pada waktunya maka ikrar suci pernikahan bukan menjadi sesuatu yang sakral dan mudah dipermainkan. Na’udzubillah.

Parahnya jika tiba-tiba hubungan pacaran itu kandas, hanya dengan sebuah kata “PUTUS” maka kebanyakan akan menjadi sebuah permusuhan.
Apalagi jika disebabkan hal yang kurang baik misalnya perselingkuhan.
Kembali hati yang menanggung akibatnya. Kesedihan yang berlebihan hingga beberapa lama.
Hati yang terlanjur memendam benci.
Tak sedikit yang teramat merasakan patah hati dikarenakan cinta berlebihan menyebabkannya sakit secara fisik dan psikis.
Juga ada beberapa kasus bunuh diri karena tak kuat menahan kesedihan akibat patah hati.

Terdengar berlebihan. Tapi itulah kenyataannya, hati adalah suatu organ yang sensitif.
Bisa naik secara drastis, tak jarang bisa jatuh langsung menghantam ke bumi.
Apa yang dirasakan hati akan terlihat pada sikap dan prilaku. Hati yang terpenuhi nafsu akan enggan menerima hal baik.

Ada orang bilang, jangan pernah bermain dengan hati.
Karena dari mata turun ke hati, kemudian tak akan turun kembali. Akan ada sebuah rasa akan mengendap di dalam hati.
Jika rasa itu baik dan ditujukan pada seseorang yang halal (Suami atau Istri) maka kebaikan akan terpancar secara lahiriyah. Bukan sebuah melankolisme yang kini merajalela.

Banyak pelajaran dari sekitar. Kenapa masih harus berpacaran?

Karena ingin ada teman yang selalu setia mendengar tiap keluh kesah?
Tak selamanya manusia bisa dengan rela mendengarkan keluhan manusia lainnya.
Hanya Allah yang tak pernah berpaling untuk hambaNya. Bisa jadi secara fisik Sang Pacar rela mendengar dengan seksama, tapi dia juga manusia yang akan merasa bosan jika selalu dicecoki dengan berbagai keluhan.

Malu dibilang jomblo?

Jika dengan jomblo kita bisa terbebas dari rasa yang terlarang, kenapa harus malu?
Justru kita akan merasa nyaman bercengkerama dengan Allah karena sadar hati kita hanya patut ditujukan kepadaNya bukan yang lain.
Justru kita harus bangga, di saat yang lain berlomba untuk melakukan hal terlarang tapi kita menjauhinya.
Kemudian tak akan ada perasaan was-was karena telah melanggar aturan Allah. Kita bebas berkumpul dengan kawan-kawan tanpa ada kekangan dari orang yang sesungguhnya tak memiliki kewenangan terhadap diri kita.

Mungkin masih banyak lagi kesia-siaan dalam berpacaran.
Dan sesungguhnya belum tentu Sang Pacar akan menjadi pasangan kita kelak.

Pacaran ibarat minuman beralkohol, banyak yang mengelak bahwa dengan berpacaran mereka memiliki semangat baru dan sederet hal positif yang mereka kumandangkan.
Tapi sama halnya dengan alkohol, maka manfaat yang didapat jauh lebih kecil dibanding kemudharatan yang dihasilkan.
Karena segala sesuatu yang dilarang Allah, pasti ada sebab dan manfaatnya.

Kemudian ada yang berdalih, toh pacaran itu tidak merugikan orang lain.
Tidak merugikan orang lain, namun hukum Allah jauh lebih baik untuk diikuti ketimbang menurutkan hawa nafsu yang berakhir pada jurang kebinasaan.

Kembali ke pernikahan, suatu kebaikan maka tak pantas jika diawali dengan keburukan.
Allah tak akan ingkar janji, karena jodoh telah Allah tetapkan di Lauh Mahfuzh. Tinggal kita melakukan usaha yang baik, yang Allah ridhoi.
Supaya tiap langkah kita, hanya berisi keridhoan Allah dan mendapat keberkahanNya. Aamiin.

(hanya sebuah catatan hati guna pengingat diri dan saudara seimanku)

Allahua’lam..

Sember :Majalah Qiblati - Menyatukan Hati Dalam Sunnah Nabi.

Jumat, 04 Januari 2013

BUKAN KARENA TAKUT SAMA ISTRI

(1) Suami yang mencuci baju sendiri bukan karena ingin menyenangkan istrinya, bukan karena takut tangan istri menjadi kasar, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.

(2) Suami tidak bersuara keras pada istri bukan karena takut dengan istrinya akan marah dan pergi dari rumah, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.

(3) Suami sabar dan diam ketika istri menuntut hal-hal diluar batas kemampuannya bukan karena takut ditinggalkan sang istri, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.

(4) Suami tersenyum melihat istrinya cemburu kepada perempuan lain bukan karena takut kepada istrinya, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.

(5) Suami memakan makanan istrinya yang asin atau pun yang keras bukan karena mencoba romantis di depan istri, tapi KARENA RASULULLAH SAW MENGHARGAI MASAKAN ISTRINYA.

(6) Suami mengumpulkan sejumlah dana untuk disimpan istri bukan karena bodoh dalam mengatur keuangan, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.

(7) Suami merawat anak-anak kecil ketika mereka sakit bukan karena mereka cocok jadi perawat pribadi, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.

Jadi, Stop melakukan sesuatu karena merasa istri kita adalah nafas kita, jantung hati kita, kehidupan kita, itu sesuatu hal yang aneh yang coba dikaitkan dengan sesuatu yang romantis. lelaki yang romantis bukan yang menurut semua kemauan istrinya.

Lakukanlah, jika Rasulullah melakukannya. tuntunannya karena Rasulullah SAW.

Maka hal itu bernilai ibadah, namun bila tujuannya karena istri anda, bisa saja yang ada dapatkan cuma ridha dari istri, bukan Ridha dari Allah.

Berhatilah-hatilah, karena ibadah itu yang dinilai NIATNYA...!!!!
Stop melakukan tindakan sok romantis yang tidak jelas pangkal ujungnya.

SETUJUUU...!!!???

Silahkan dibagi utk para Suami :-)

PENGORBANAN DAN KASIH SAYANG IBU YANG TANPA BATAS

Kita semuanya pasti telah mengetahui bahwa perjuangan seorang ibu adalah sangat luar biasa berat dan panjang. Ibu kita mengandung kita minimal 6 bulan, setelah itu melahirkan kita yang taruhannya adalah NYAWA.

Semua itu ibu kita lalui dengan rasa ikhlas dan sabar, walau dalam balutan rasa lemah yang bertambah-tambah (wahnan ‘alaa wahnin). Namun sampai detik ini, ibu kita tidak pernah meminta balas jasa tersebut kepada kita. Subhanalloh.

Alloh Subhanahu wa Ta’alaa berfirman dalam surah Luqman (31) ayat 14,

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ ﴿14﴾

Pada surah Luqman ini, Alloh Subhanahu wa Ta’alaa berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik) kepada kedua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.”

Alloh Subhanahu wa Ta’alaa memerintahkan kepada kita semua untuk berbuat baik kepada orangtua kita. Salah satu yang menjadi sebab adalah karena Ibu kita mengandung kita dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, wahnan ‘alaa wahnin.

Menurut Imam Ibnu Katsir, Imam Ath-Thabari menjelaskan dalam kitab tafsirnya bahwa dari Mujahid berkata, “Yang dimaksud dengan wahnan ‘alaa wahnin adalah dalam keadaan penuh penderitaan saat mengandung sang anak.” Sedangkan Qatadah berkata, “dalam keadaan kepayahan di atas kepayahan“. ‘Atha’ al-Khurasani berkata, “Maksudnya adalah, Kelemahan di atas kelemahan“.

Bayangkan sahabat, kita saja ketika mendapat satu kepayahan terkadang sudah mengeluh. Bergumam kenapa saya diberi kesusahan ini. Akan tetapi ibu kita dengan tegar, ikhlas, sabar dan kuat menjalani ini semua demi kita sang anak, tanpa mengeluh. Padahal ibu kita berada dalam kepayahan yang bertambah, kepayahan diatas kepayahan.

JIKA Photo/Tulisan ini menyentuhmu dan mengingatkan pada jasa Bunda, maka Doakan beliau dengan

  doa :

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

“Alloohummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.
Artinya :

“Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

Mudah2an Sahabat yg cinta kita pd orangtua tidak mengabaikan pesan ini.

Kamis, 03 Januari 2013

TERIMA KASIH DUHAI IMAMKU

Duhai pemilik tulang rusukku..,
aku akan segera hadir dalam dinginnya malam dengan hangatnya jiwa..
Akan kuingat selalu ijab kabul yang kau ucap dari lisanmu 12 tahun yang lalu..,
akan kujaga dalam harumnya semerbak dalam jiwaku..

Duhai imam dalam Sholatku...,
aku akan selalu hadir dalam cintamu kepada Allah, dengan sigap aku akan menghamparkan sajadah sebagai alas sujudmu, dengan hadirku sebagai makmum Insyaalloh akan menyempurnakan Sholat kita..
Deru Doamu teriring "Aamiin.." dari lisanku..., dalam hening malamtak henti kuteteskan air mata bercahayakan munajat do'a...

Duhai pemilik tangan yg kuat..
yang menolongku ketika aku terpuruk & jatuh ,
lindungilah aku dan putramu dalam perjalanan hidup kita..
Ketika engkau terluka, kan kubalut dengan cinta jiwa yg merona menyembuhkan segala perih dalam jiwamu..

Duhai ayah dari putraku..,
aku sebagai madrasah pertama sebagai sumber ilmu dari anak kita, kan kutanamkan ilmu agama agar putra kita takut akan Rabb nya, santun kepada orangtuanya, menghormati orang2 yg lebih tua, Akhlakul karimah yg baik, kan kusisipkan dalam prilakunya semenjak kecil...

Duhai nahkoda yg akan membawa keluarga ke syurga...,
mari hiasi rumah kita dengan cahaya2 iman...

Yaa Allah..
lindungi imamku yg kucintai dari segala kejahatan yg mungkin mendekati, dari segala niat buruk yg mungkin menghampiri, dari segala angkara, iri dan benci yg mungkin datang dari orang2 disekitar kami...

Yaa Allah..
limpahkanlah pada dia yang kusayangi rejeki yg halal dari segala penjuru, kemudaha dari segala hal yang dituju, kelancaran dalam menjalankan tugas setiap waktu...

Yaa Allah..
berikanlah kepada dia yg kukasihi bimbingan dan jalan terang dalam menjalani hidup..., keiklasan & kesabaran dalam menghadapi setiap ujian yg akan ditempuh dan keteguhan untuk menghadapinya..

Yaa Allah..
berikanlah ampunan MU atas segala dosa yg telah diperbuat , dekatkanlah dia selalu pada kasih sayangMU..

Yaa..Allah..,
suami yg menikahiku tidaklah semulia Nabi Muhammad , tidak setaqwa Nabi Ibrahim, pun tidak setabah Nabi Ayyub, ataupun segagah Nabi Musa, apalagi setampan Nabi Yusuf....,
Suamiku hanyalah lelaki akhir zaman yg punya cita2 membangun keturunan yg sholeh dan memuliakan istrinya....,
namun ya Allah ajari aku untuk selalu menghormatinya Dunia akhirat...

Jadikanlah aku istri yg baik baginya dan berikanlah kedamaian dan ketentraman dalam rumah tangga kami..,
Amiiin Yaa Robbalalamiin....

Terimakasih suamiku atas segala kasih sayang dan perhatianmu selama ini..

Rabu, 19 Desember 2012

SEMUA WANITA TAHU

Semua wanita tahu bahwa menutup AURAT itu WAJIB
semua wanita tahu bahwa bertudung MENUTUPI DADA itu HARUS,
Semua wanita tahu memakai pakaian yang KETAT itu SALAH...
semua wanita tahu akan paras AURAT yang disyariatkan islam...
Semua wanita tahu lengan dan kaki itu AURAT.
Tapi kenapa mesti dianggap REMEH.
Atas alasan apa wanita mesti buat tidak ambil peduli...??

sedangkan tudung/shawl masih menutupi kepala..
Dengan segala fesyen yang semakin lama semakin pelik...
sehinggakan tudung ala labuh dipasaran kini, dibuat dari kain yang agak berat dan jatuh melewati lurah2 bahu dan dada.

Semua wanita tahu ... itu semua SALAH,
Semua wanita tahu ia membawa DOSA....

Jawabannya cuma tidak mau KETINGGALAN ZAMAN
Konon ingin maju bersama arus kemodernan..
arus pembangunan fesyen sama-sama menjerumuskan wanita islam ke arus kesesatan...
Jangan lupa WANITA,
Fesyen mu itulah juga yang mengumpan NERAKA...

Biarlah Kami dipanggil KUNO
Kami SENANG TAKUT didekati, daripada mudah MENODAI..
kerana kami tidak mau terjerumus dengan GODAAN arus kemodernan yang bakal MEMBAWA kami di NERAKA.

Impian kami bukan no.1 DIMATA LELAKI,
Impian kami cuma 1.. menjadi WANITA SHOLEHAH BIDADARI SYURGA...
Impian kami bukan MENGGODA perhatian para LELAKI...
Impian kami cuma mau setia pada SEORANG LELAKI YANG SHOLEH...

Senin, 17 Desember 2012

Menjadi Muslimah Sejati : Bahagia Sepanjang Masa

1. Jadilah wanita yang penyayang & lembut dan janganlah menjadi wanita yang kasar dan keras.
2. JadIlah wanita yang berwajah berseri &selalu tersenyum dan janganlah menjadi wanita yang bermuka masam dan selalu cemberut.
3. Jadilah wanita yang bijaksna dan sabar dan janganlah menjadi wanita yang plin-plan dan temperamental.
4. Jadilah seorang ibu yang menghangatkan dan janganlah menjadi wanita yang dingin hingga dijauhi.
5. Jadilah wanita yang dicintai dan dirindukn dan jangan menjadi wanita yang lalai dan dilalaikn.

6. Jadilah wanita mukminah dan bersyukur dan janganlah menjadi wanita kafir dan kufur.
7. Jadilah wanita pencemburu yang dicintai dan jangan menjadi wanita pencemburu yang menghancurkan.
8. Jadilih wanita pengatur rumah tangga yang qana'ah dan janganlah menjadi wanita yang mubadzir.
9. Jadilih wanita penghuni surga dan janganlah pernah menjadi wanita penghuni neraka.
10. Jadilah sahabat wanita yang dicintai dan janganlah menjadi musuh yang dibenci.
11. Jadilah wanita yang pendiam dan lemah-lembut dan janganlah menjadi wanita yang cerewet dan kasar.
12. Jadilah wanita seperti, Khadijah, Zainab, dan Aisyah.,
Dan janganlah menjadi seperti istri Nabi Luth dan istri Nabi Nuh…!
13. Jadilah wanita seperti wanita yang ALLAH suka melihatnya dan janganlah menjadi wanita seperti wanita yang setan suka melihatnya.

Minggu, 16 Desember 2012

BAHAGIA MENJADI SEORANG IBU

 
♥ Bahagia untuk sebuah lakonan kehidupan...
Sebuah 'peran' di dunia_NYA, dengan
segala kumuliaan yang tercurah dari_NYA. Sebuah 'peran' yang memerlukan penghayatan jiwa
sepenuhnya. Sebuah 'peran' yang
memerlukan energi Cinta dan kesabaran yang tinggi. Yah...sebuah
'peran' yang dinamakan.."IBU".
♥ Bahagia nya seorang IBU...
Meski dalam lelah letihnya lakonan
yang dijalani, nafas kehidupan telah
memberi 'warna' tersendiri. Lelah letih
dalam menabur kisah dalam cerita kehidupannya,bahagia dan kesedihan
kan datang silih berganti...namun tetes air mata dan seulas senyuman mampu menutupi semua itu.

♥ Bahagianya seorang IBU...
Jiwa mu yang kokoh, hadapi semua permasalahan dalam Istana Cinta mu..
Hadapi segala tingkah laku
malaikat-malaikat Kecil Cintamu...
Hadapi semua pernak pernik Cinta..
Hadapi semua alur kehidupan yang telah ALLAH tentukan..
SABAR dan SHOLAT lah
penolong nya....

♥ Bahagianya seorang IBU....
Air Mata Cinta nya yang tak pernah
mengering.... kala bahagia juga duka
melanda, air mata senantiasa menemani, bukan suatu kelemahan,
namun disitulah segala kekuatan diri
nya tertumpah kan, menjadi sebentuk
kasih sayang dari dalam HATI seorang IBU.

♥ Bahagia nya seorang IBU....
Dengan kedua tangan nya lah, ia menopang segala bebanan. Kedua tangan yang senantiasa menghangatkan Istana Cinta, tangan
tuk merangkul malaikat-malaikat kecil Cinta nya..
Memeluknya dalam buai kasih,mendukungnya saat mereka
kan terlelap dalam tidur, tangan yang
cekatan melakukan kerja-kerja mulia..
Membuat Istana Cinta selalu nampak asri dan nyaman..
Tangan yang telah
menyediakan berbagai masakan
dengan bumbu Cinta.. Begitulah...

♥ Bahagianya seorang IBU...
Dengan bahu nya...ia bersedia menggantikan peran suami tercinta..
Jika terjadi sesuatu yang tidak terduga...
Mnguatkan bahu nya tuk membantu ekonomi dalam Istana cinta nya..
Menguatkan bahu selama 9 bulan atau lebih ketika ALLAH
mengamanahkan satu CiNta dalam
rahimnya...
Menguatkan bahu nya tuk selalu tegar dalam mengarungi
bahtera kehidupan yang telah ALLAH gariskan..

♥ Bahagia nya seorang IBU...
Akan CinTa dan Sayang yang kelak ia
kan dapatkan...
Dari segala bentuk
perjuangan yang telah ia lakukan.
Bahagia...akan hari nanti, ketika
malaikat-malaikat kecil Cinta sudah
menjadi orang yang dapat dibanggakan...menjadi bintang-bintangyang bersinar indah.
Bahagia...
Ketika senja menjelang dan ia masih tetap tersenyum akan semua perjalanan yang telah ditempuhnya..
Dalam mencapai destinasi kehidupan
yang ia tuju..

♥♥
Subhanallah.. .kepada mu,saudari-saudari ku tersayang... para
ibu-ibu sedunia.... Maka jangan lagi
bersedih... rasakan dan nikmati segala
bentuk 'duka lara'.... segala 'lelah letih'
dalam pengorbanan mu, menjadi
sebentuk Cinta yang kan senantiasa
membangkitkan jiwa-jiwa yang
kesunyian yang senantiasa bersedih.
Raihlah kebahagiaan itu dengan sepenuh HATI mu...
Maka....berbahagialah karena engkau
telah DIA amanahkan menjadi seorang IBU(ummahat), menjadi Ratu di Istana Cinta mu yang
penuh kemuliaan..
Aamiin Ya Robbal Allamiin..

10 NASEHAT UNTUK KAUM WANITA

Nasehat adalah sebuah kejernihan yang sewajarnya hadir dalam kehidupan masyarakat Islam. Terkhusus bagi wanita muslimah yang hidup dijaman ini. Sapaan nasehat adalah penyejuk yang menyegarkan langkah dalam menuju ridha Yang Maha rahmah, Allah tabaraka ta’ala.

1. Wanita muslimah meyakini bahwa
Allah adalah Tuhannya, Muhammad adalah nabinya dan Islam adalah agamanya, dan menampakkan jejak keimanan dalam perkataan, amalan dan keyakinan. Maka ia selalu menjauhi murka Allah, takut akan pedihnya azab Allah dan balasan akibat menyelisihi perintah-Nya.
2. Wanita muslimah selalu menjaga sholat-sholat wajibnya, berwudlu, menjaga kekhusyukan dan ketepatan waktu melaksanakan sholat. Janganlah menyibukkan diri dengan aktivitas yang lain ketika datang waktu sholat. Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat yang memalingkan dari ibadah kepada Allah. Ia pun menampakkan atsar (bekas) sholatnya dalam peri kehidupan, karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, sholat adalah penjaga terbesar dari kemaksiatan.

3. Wanita muslimah selalu menjaga hijabnya (mengenakan jilbab) merasa mulia dengan hal tersebut dan dia tidak keluar dari rumah kecuali dalam kondisi berjilbab, dengan jilbab tersebut bertujuan agar Allah menjaganya. Ia pun bersyukur kepada Allah yang telah memuliakan, menjaga dan mengehendaki terjaganya kesuciannya dengan jilbab. “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu anak-anakmu dan wanita beriman agar mereka mengenakan jilbab-jilbab mereka.” (Al Ahzaab : 59).

4. Wanita muslimah selalu mentaati suaminya, bersikap lembut, cinta, mengajaknya kepada kebaikan, menasehati dan menghibur suaminya. Ia tidak mengeraskan suara dan kasar dalam berbicara kepada suaminya. Rasulullah bersabda, ‘Apabila seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, berpuasa di bulan ramadhan, menjaga kehormatannya, dan mentaati suaminya niscaya ia akan masuk surga. (Hadits Shahih jami’).

5. Wanita muslimah senantiasa mendidik putranya untuk taat kepada Allah, mengajarinya dengan aqidah yang benar, menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi maksiat dan akhlaq yang buruk, firman Allah, ‘wahai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka’. (At Tahrim : 6).

6. Wanita muslimah tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Sabda Rasulullah, ‘barangsiapa wanita yang berdua-duaan dengan laki-laki, maka syetan yang ke-3 nya’. Dan wanita muslimah tidak bepergian jauh kecuali untuk keperluan yang tidak bisa ditinggalkan dan disertai mahram dengan berjilbab.

7. Wanita muslimah tidak berpenampilan atau berdandan seperti kaum laki-laki. Sabda Rasulullah, ‘Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.’ (Hadits Shahih). Wanita muslimah juga tidak meniru orang-orang kafir dalam kekhususan dan kebiasaan mereka, “barang siapa yang bertasyabuh (menyerupai) suatu kaum, maka ia termasuk golongan kaum tersebut.” (Hadits Shahih).

8. Wanita muslimah adalah da’iyah (orang yang berdakwah) dibarisan kaum wanita dengan menggunakan perkataan yang baik melalui jalan menziarahi tetangganya, menyambung persaudaraan, melalui telpon, memberikan buku-buku dan kaset-kaset Islam. Ia pun beramal dengan apa yang ia ucapkan dan bersemangat dalam menghindarkan diri dari adzab Allah, ‘kalau Allah menghidayahi seseorang melalui perantara kamu maka hal tersebut lebih baik bagimu dari pada binatang ternak yang merah (harta dunia yang banyak). (HR. Bukhari dan Muslim).

9. Wanita muslimah menjaga hatinya dari kerancuan dan hawa nafsu, menjaga pandangannya dari pandangan-pandangan yang haram, menjaga telinganya dari hal-hal yang melalaikan dari dzikrullah, ini semua yang dinamakan dengan taqwa, ‘malulah terhadap Allah dengan sebenar-benarnya, barang siapa yang malu dengan sebenar-benarnya maka jagalah kepalanya dan apa yang ada didalamnya, dan jagalah perutnya serta yang ada didalamnya, ingatlah kematian dan musibah, barang siapa yang menghendaki akhirat hendaknya ia meninggalkan (tidak cinta) perhiasan-perhiasan dunia, barang siapa berbuat demikian niscaya sikap malunya kepada Allah benar. (Hadits Shahih Jami’).

10. Wanita muslimah tidak menyia-nyiakan waktu siang maupun malamnya untuk perbuatan yang tidak ada gunanya, atau melewatkan masa mudanya hilang dengan percuma, ‘tinggalkanlah mereka yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kesia-siaan‘. (Al An’am : 70). Allah berfirman tentang orang yang menyia-nyiakan umurnya, ‘alangkah meruginya diri kami dari apa yang telah kami tinggalkan’. (Al An’am : 31).

CARA MEMBUAT HATI DAN FIKIRAN TENANG


Cara mudah menbuat hati dan fikiran tenang Ialah:
 

1. Pandai Bersyukur

Kita harus sering melihat kondisi orang yang berada di bawah kita dan membatasi melihat oang-orang yang berada di atas kita. Kita akan merasa cukup walaupun hidup sederhana apa adanya. Apa yang kita dapat akan lebih
bermakna dibandingkan orang yang memiliki segunung harta tetapi selalu merasa kurang.

2. Jangan terlalu Mengejar Cita-Cita Keduniawian

Menghabiskan sebagian besar waktu demi mencari materi akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Gunakan sebagian waktu yang ada untuk beramal, beribadah, sedekah, membangun keluarga yang bahagia, memberi kontribusi bagi lingkungan sosial masyarakat, dan lain sebagainya.

3. Bantu Orang Lain & Selalu Berbuat Kebaikan Serta Amal Shaleh

Bangun suasana yang akrab dan kekeluargaan dengan saudara, tetangga dan orang-orang di lingkungan kita karena manusia adalah makhluk sosial. Lingkungan sosial yang baik akan membantu kita hidup saling tolong-menolong satu sama lain, bergotong-royong, musyawarah untuk mufakat, saling menjaga, dan lain sebagainya.

4. Manajemen Emosi

Jaga emosi dan nafsu kita karena mereka dapat menghancurkan kita dan meninggalkan kita dalam penderitaan. Latih nafsu dan emosi dengan puasa. Jangan mudah terpancing emosi. Jadilah orang yang baik dan hindari menjadi orang jahat/penjahat. Biarkan saja orang lain bilang apa/melakukan apa, karena dunia penuh dengan ujian dan persoalan.

5. Hidup Sederhana

Dengan hidup sederhana kita akan selalu merasa berkecukupan dan hidup tenang lahir batin. Hidup mewah dan gelamor butuh biaya yang tidak sedikit dan harus terus menjaga image dengan banyak daya upaya. Dengan hidup sederhana dan rendah diri kita tidak akan mudah stres. Fokuslah ke kekayaan non materi dan fisik (kecantikan/ketampanan) karena orang akan lebih menghargai kita jika kita punya banyak kemampuan yang tidak dimiliki orang lain tetapi kita tidak sombong.

Semoga dapat membantu kita semua hidup tenang dunia dan akhirat

Kamis, 06 Desember 2012

UNTUKMU CALON IMAMKU

Ketika ALLAH menjadi alasan paling utama,maka aku berani memutuskan untuk menerima pinanganmu dan berpasrah ketika kau berkehendak menyegerakan pernikahan kita....

Ketika ALLAH menjadi alasan paling utama,maka aku berani memutuskan dengan siapa aku akan menikah..

Aku tidak banyak ragu tentang dirimu,kau jemput aku di tempat yang ALLAH suka dan satu hal yang pasti,aku tidak

ikut mencampuri ataupun mengatur apa-apa yang menjadi urusan ALLAH..

Sehingga aku dinikahi seorang lelaki sholeh,tegar dan menjadi komitmenku berbakti kepada suami..

Ketika ALLAH menjadi alasan paling utama,maka aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat segala kekurangan suamiku..Dan sekuat tenaga pula,aku mencoba membahagiakan dia...

Ketika ALLAH menjadi alasan paling utama,maka menetes air mataku saat melihat segala kebaikan dan kelebihan suamiku,yang rasanya sulit aku tandingi...

Ketika ALLAH menjadi alasan paling utama,maka akupun berdoa,Yaa ALLAH,jadikan dia,seorang lelaki surga,suami dan ayah anak-anakku,yang dapat menjadi jalan menuju surga-Mu... Aamiin ya Rabbal'alamin....

Telah menjadi Azzamku,kalau ALLAH menjadi alasan paling utama untuk menikah,maka seharusnya tidak ada lagi istilah,mencari yang cocok,yang ideal,yang menggetarkan hati,yang menentramkan jiwa,yang…..yang.…yang……dan 1000 “yang”……lainnya…..

Karena semua itu baru akan muncul justru setelah melewati jenjang pernikahan...

Niatkan semua karena ALLAH AZZA WA JALLA dan harus yakin kepada Sang Maha Penentu segalanya.

Rabu, 05 Desember 2012

" Arti dari ijab Qobul "

" Aku terima nikah nya si Dia binti ayah si dia dengan mas kawin nya... " Singkat, padat dan jelas..

Tapi taukah makna " Perjanjian / ikrar " tersebut..??

" Maka aku tanggung dosa2 nya si dia dari ayah dan ibu nya, dosa apa saja yang tlah dia lakukan dari tidak menutup aurat hingga dia meninggalkan sholat..

Semua yang berhubungan dengan si dia aku tanggung dan bukan lg orang tua nya yg menanggung serta akan aku tanggung semua dosa dari caon anak-anak ku kelak.. "

Jika aku gagal..?? " Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar, dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksa aku hingga hancur tubuh ku.. ( HR> Muslim )

Duhai para wanita ndan istri.. Begitu berat nya pengorbanan suami mu terhadap mu, karna saat ijab qobul terucap, Arsy_nya berguncang karna berat nya perjanjian yg di buat oleh nya di hadapan Allah, dengan di saksikan para malaikat dan manusia..

Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suami mu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami mu terhadap mu..

Minggu, 23 September 2012

Doa Minta Jodoh Terbaik

Ya Allah,jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya kepada-Mu agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu...

Ya Muhaimin,jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-MU...

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta-Mu...

Ya Rabbana jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-MU...

Ya Rabbul Izzati,jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan- MU...

Ya Allah jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-MU...

Ya Allah jika aku menikmati cinta kekasih-MU,janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu......

Ya Allah jika kau jatuh hati pada kekasih-MU, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu...

Ya Allah jika Kau halalkan aku merindui kekasih-MU,jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu...

Ya Allah engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada- Mu,telah berjumpa dalam ketaatan kepada-MU, telah bersatu dalam dakwah kepada- MU,telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Maka kukuhkanlah ya Allah ikatannya, kekalkanlah cintanya,tunjukkanlah jalannya, penuhilah hati-hati ini dengan nur -MU yang tiada pernah pudar,lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan kepada-MU dan keindahan bertawakkal di jalan MU..

Aamiin

Sabtu, 22 September 2012

Untuk Calon Istri, renungkanlah

Assalamu'alaikum warahmatulllahi wabarakatuh

Pernikahan membuka tabir rahasia

Sesungguhnya suami yang menikahimu
Tidaklah semulia Muhammad ibn Abdullah
Tidaklah setaqwa Ibrahim 'Alaihissalam
Tidak pula setabah Ayyub 'Alaihissalam
Atau pun segagah Musa 'Alaihissalam
Apalagi setampan Yusuf 'Alaihissalam

Justru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang berasa membangun keturunan yang sholih

Pernikahan mengajari kita kewajiban bersama

Suami sebagai rumah dan engkau penghuninya
Suami adalah nahkoda dan engkau navigatornya
Suami bagaikan anak kecil yang nakal dan engkau adalah penuntun kenakalannya
Saat suami menjadi raja nikmatilah kemegahan singgasananya
Ketika suami menjadi bisa tawarkanlah racunnya
Seandainya suami menjadi pengemudi yang lancang sabarlah saat memperingatkannya

Pernikahan menyadarkan kita

Tentang perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar merenda kesabaran
Dalam meraih Ridha Allah Ta'ala
Karena memiliki suami yang tak sebaik para Anbiya'
Justru akan menyadarkan dirimu dari khilaf

Engkau bukan Khadijah yang begitu sempurna dalam menjaga
Bukan pula Ibunda Hajar yang sangat setia dalam sengsara

Namun engkau adalah...
Istri akhir zaman yang berusaha untuk menajdi sholihah


Ya Rabby,
Hidup hanya sekali, izinkanlah hamba menjadi Mujahidah

Aamiin ya Allah ya Rabbal'alamiin

Kamis, 23 Agustus 2012

Kebohongan Ibu


Seorang ibu dlm hidupnya membuat  kebohongan.

1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kpd anaknya dan berkata, "Cepatlah makan, ibu tdk lapar."

2. Wkt makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "ibu tdk suka daging, makanlah, nak.."

3. Tengah mlm saat  dia sdg menjaga anaknya yg sakit, Ia berkata,
 "Istirahatlah nak, ibu msh blm ngantuk.."

4. Saat anak  sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia  berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang."

5. Saat anak sdh sukses, menjemput ibunya utk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tggl di sana."

6. Saat menjelang tua, ibu sakit keras,  anaknya akan menangis, ttp ibu msh bs tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, ibu tidak apa apa." Ini adalah kebohongan terakhir yg dibuat ibu.


7. Tidak peduli sebrp kaya kita, seberapa dewasanya kita, ibu slalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita tp tdk prnh membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.

8. Smoga smua anak di dunia ini bs menghargai setiap kebohongan seorang ibu....karena beliaulah malaikat nyata yg dikirim TUHAN untuk menjaga kita

Senin, 20 Agustus 2012

Cara Mencegah Pasangan Anda Selingkuh dan Penyebab utamanya

” Sebenarnya apa sih penyebab utama pasangan selingkuh dan bagaimana cara mencegahnya?”   karena pada kenyataannya di zaman sekarang ini memang tidak mudah menemukan orang yang setia pada pasangannya selain itu bukankah :  “Mencegah itu lebih baik dari pada mengobati?”

Dengan mengetahui penyebab utama   pasangan selingkuh tentunya  akan memudahkan  mencegah terjadinya   pasangannya berselingkuh.

Berdasarkan pada pengamatan, membaca , diskusi dll dapat disimpulkan bahwa Penyebab utama perselingkuhan  tidak sama  yaitu :

Kebanyakan Wanita  berselingkuh karena  dorongan emosional selain karena alasan lainnya  sedangkan Kebanyakan  pria berselingkuh untuk kepuasan seksual tanpa melibatkan emosional. Sebagai contoh wanita bisa berselingkuh jika ada kesempatan  membina hubungan dengan  laki-laki yang kebetulan menjadi profil idamannya  atau kebiasaan bersama berduaan dengan laki-laki tertentu atau Pacar lama    meskipun pada awalnya wanita ini tidak ingin berselingkuh tapi  dengan membuka hubungan dengan lawan jenis tanpa pengawasan pasangannya  lambat laun   wanita ini akan  berselingkuh meskipun dia sadar sudah memiliki suami.


Sedangkan pria berselingkuh cenderung karena faktor keinginan hasrat sexual melihat wanita lain yang dirasa lebih menarik secara fisik dibandingkan pasangannya ditunjang dengan sikap dan penampilan pasangan yang membosankan  ( Note:  Agar wanita  meningkatkan penampilannya dan perhatian  untuk pasangannya).

Selingkuh yang melibatkan ikatan emosional biasanya tidak terjadi dalam hubungan singkat tapi terjadi karena hubungan bertahap yang cukup lama karena kebiasaan saling berhubungan, orang jawa bilang : ” Witing tresno jalaran seko kulino” yg artinya ” Adanya cinta karena sering berdekatan atau berhubungan”(pulang kantor/makan  bareng berdua,  sms, telpon, chatting, ngebrik dll).

Jadi cara JITU untuk mencegah perselingkuhan  sebelum terjadi  INTI nya  adalah:

“TIDAK  MENGIJINKAN & MEMBIARKAN PASANGAN ANDA    BERDUAAN  DENGAN LAWAN JENIS TANPA SEPENGETAHUAN  ANDA BAIK SECARA MAYA ( SMS, TELPON, CHATTING, MESSENGER , EMAIL dll) ATAU NYATA  ( BERDUAAN DI MOBIL / RUANG TERTUTUP dll)”

NB:  Pria sebaiknya juga  tidak mengijinkan dan membiarkan  wanita pasangannya bepergian sendiri tanpa ada saudara yang mendampinginya apalagi jika bepergian lebih dari satu hari.

Untuk mencegah selingkuh karena faktor lain kenali dulu tandanya disini

Selingkuh banyak penyebabnya akan tetapi ada faktor yang harus diketahui kenapa pasangan selingkuh meskipun jika dilihat dari sudut pandangan umum ada hal-hal yang sulit diterima secara nalar dan agama artinya Selingkuh bisa menimpa siapa saja dari pembantu sampai presiden dari penjahat sampai ustadz dari pendidikan SD sampai S3 dll

Faktor  penyebab utama selingkuh ada dua yaitu  Faktor Internal dan Faktor External

A. Faktor Internal

Yang dimaksud dengan Faktor Internal adalah faktor   dari dalam penyebab  pelaku perselingkuhan, Faktor internal cenderung tidak terpengaruh dengan faktor eksternal, jadi apapun situasi dan kondisi  diluar dirinya   selingkuh tetap terjadi

Yang termasuk Faktor Internal adalah :

1. Faktor Genetik

Faktor Genetik artinya sifat selingkuh bisa diturunkan.  Jadi seseorang yang orang tuanya pernah selingkuh kemungkinan besar anaknya akan selingkuh juga. Gen yang membawa sifat selingkuh adalah DRD4. (Info disini). Orang yang memiliki gen ini suka  mencari sesuatu yang baru dari yang sudah mereka miliki sebelumnya sehingga  mereka cenderung memiliki kemungkinan selingkuh, Orang yang memiliki  varian tertentu  dari DRD4 cenderung untuk tidak setia dua kali lipat dari pasangannya. Gen DRD4 ini bekerja dengan  mempengaruhi kadar dopamin pada otak,  Rasa penasaran dan petualangan akan terasa menyenangkan, Rasa menyenangkan ini  akan  mensekresi hormon  dan  merekamnya diotak,  terjadinya persis  seperti pemabuk yang ditawari minuman beralkohol tinggi sehingga melakukan  hubungan seks / perselingkuhan  yang tidak memiliki risiko tinggi dapat dengan mudah  ditempuhnya.

Ciri paling mudah untuk mengetahuinya adanya DRD4 pada seseorang  :

Memiliki orang tua yang pernah selingkuh,  Tidak commitment dan   mudah bosan  pada pasangan, Berani mengambil resiko akibat perselingkuhan dan menganggap selingkuh adalah hal baru dan berbeda yang patut dicoba.

Jadi hati-hati bagi pria atau wanita   yang pasangannya  memiliki gen ini karena selingkuh bisa menurun pada anaknya.

Orang yang selingkuh karena factor genetic ini akan lebih sulit diperbaiki dibandingkan dengan orang yang selingkuh karena faktor internal lainnya  atau external.

Jadi bagaimana cara mencegahnya  ? Susah “Gawan bayi” (bawaan dari Lahir)  di buang ke laut aja … persis seperti lagu Cewek matre 2x ke laut aje… karena Dinasehati, ditunjukkan kesalahan, Dibimbing  apalagi diancam bagi yang mepunyai keturunan gen DRD4 ini  tetap tidak akan berpengaruh,  selingkuh tetap jalan .  Jadi? ya sudah  buang saja ketempat sampah  tanpa melihat……

2. Kurang Syukur

Pasangan  yang kurang bersyukur kepada Allah atas apa saja yang diberikan Allah kepada dirinya akan menyebabkan selingkuh. Dengan selingkuh orang ini menganggap akan memperoleh yang terbaik dari yang sebelumnya padahal adalah SALAH BESAR karena pada dasarnya Allah telah memberikan yang terbaik bagi kita,  jika kurang tapi kita bersyukur Allah pasti menambahnya

Cara mencegahnya: Memberi pengertian dengan sabar kepada pasangan untuk bersyukur dengan apa yang telah diberikan Allah kepada dirinya

3. Birahi Tinggi

Orang yang memiliki nafsu birahi tinggi sedangkan suami / isterinya  tidak bisa memenuhinya cenderung melakukan perselingkuhan jika ada kesempatan, Orang ini  biasanya  hobi makan kenyang sehingga  membangkitan nafsu yang menyebabkan kerasnya  hati nurani sulit menerima kebaikan mudah melakukan perzinahan,  Birahi tinggi berhubungan dengan hormon adrenalin, Hormon  adrenalin akan naik ketika berhadapan dengan sosok wanita atau lelaki baru.  Inilah pemicu internal terjadinya  perselingkuhan.

Cara mencegahnya : Banyak puasa terutama puasa senin kamis

4. Gengsi Tinggi

Orang yang mempunyai gengsi tinggi dengan tidak memandang pada kemampuan dirinya dan Suka  pada kemewahan tanpa usaha,  lebih mudah  untuk selingkuh demi mendapatkan apa yang menjadi keinginannya dengan cara cepat.

Cara mencegahnya: Memberi pengertian dengan sabar kepada pasangannya untuk tidak mudah menerima pemberian orang lain tanpa mengetahui maksud dan tujuannya

5. Kurangnya Iman

Kurangnya Iman bisa terjadi  jika pasangan  meninggalkan sholat dan tidak ada yang mengingatkan sholat secara rutin  sehingga Allah pun tidak melindungi  pasangan  untuk berbuat  selingkuh

Cara mencegahnya : Diingatkan untuk tidak lupa beribadah misalnya meninggalkan  sholat dll

B. Faktor Eksternal

Faktor external adalah faktor dari luar yang akan mendorong orang berbuat selingkuh meskipun orang tersebut tidak memiliki bakat atau gen selingkuh (DRD4) tapi dengan adanya faktor ini perselingkuhan dapat terjadi, yang termasuk factor eksternal ini  adalah : Berduaan tanpa muhrim,  Kesempatan ,  Keadaan sepi , Pengawasan yang kurang, Kemajuan Tehknologi Komunikasi  dan Godaan setan .

-  Berduaan tanpa Muhrim adalah yang paling rawan yang menjadi penyebab terjadinya perselingkuhan. Berduaan tanpa muhrim tidak hanya berarti berduaan secara fisik tapi berduaan secara maya seperti sms, chatting  atau telpon juga termasuk dalam hal ini

Cara mencegahnya : Tidak mengijinkan pasangan  berduaan dengan lawan jenis  tanpa muhrim

-   Kesempatan, pasangan   berbuat selingkuh menjadi lebih besar saat pria / wanita  sendirian  tidak bersama pasangannya sehingga mempunyai kesempatan berhubungan dengan orang  lain menjadi terbuka karena mempunyai banyak waktu luang yang seharusnya waktunya digunakan  bersama pasangannya dan keluarganya  dirumah , selain itu Bagi suami -isteri kegiatan dalam rumah yang bisa mengakibatkan perselingkuhan seperti sms, chatting  atau telpon dengan  calon selingkuhan tidak akan ada atau berkurang kesempatannya  jika pasangan  ada dirumah

Cara mencegahnya : Tidak membiarkan pasangan i sendirian tanpa ada saudara / teman yang mendampinginya

-  Sendiri (njomblo sementara) lebih cenderung membutuhkan hiburan. Jadi  jika tidak ada pasangan  bila ada kesempatan beresiko besar melakukan   perselingkuhan

Cara mencegahnya : Sebaiknya pasangan tidak ditinggal sendirian terlalu lama tanpa saling berhubungan secara intensif

-   Pengawasan yang kurang sangat berperan dalam terciptanya perselingkuhan,  Pria dan Wanita  dapat memberikan saran atau pengertian kepada pasangannya  jika dirasa menurut pengawasannya  suatu hubungan  berpotensi menimbulkan perselingkuhan

Cara mencegahnya : Pria / Wanita  memberikan pengawasan yang cukup pada pasangannya.

-   Kemajuan Tekhnologi Komunikasi. Handphone dan internet  adalah media komunikasi yang  paling efektif dalam kelangsungan hidup perselingkuhan.

Cara mencegahnya : Lihat dan kenali tanda -tanda pasangan  selingkuh seperti : HP di password dan nada dering dimatikan,  sms tanpa kenal waktu dan tempat, menerima dan telephone  sembunyi2 atau di jawab langsung dimatikan, gugup saat ditanya atau pergi saat ditelpon.

-   Godaan Setan Bagaimanapun juga setan tidak akan pernah berhenti menggoda suami atau isteri untuk selingkuh karena setan tahu dosa paling besar no.2 setelah sirik adalah perselingkuhan atau zina yang dilakukan oleh seseorang yang pernah menikah.

Cara mencegahnya : Bagi wanita  memilih pakaian tertutup (berjilbab) dan Selalu berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari godaan setan yang terkutuk

Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih pasangan hidup, lihat dulu karakternya jangan sampai mengandung gen DRD4,  jika terlanjur ada  DRD4 bagi Pria   lebih baik menikah  lagi jika mampu dan adil,  atau jika belum menikah cari yang lain dan bagi Wanita  tingkatkan kualitas diri agar mempunyai daya tawar bagi pasangannya.

Inilah Keutamaan Jilbab


Sesungguhnya seorang wanita muslimah akan menemukan dalam hukum Islam perhatian yang sangat tinggi terhadap dirinya, agar dapat menjaga kesuciannya, menjadi wanita mulia dan memiliki kedudukan yang tinggi. Dan syarat-syarat yang diwajibkan pada pakaian dan perhiasannya tidak lain adalah untuk mencegah kerusakan yang timbul akibat tabarruj (berhias diri). Inipun bukan untuk mengekang kebebasannya akan tetapi sebagai pelindung baginya agar tidak tergelincir pada lumpur kehinaan atau menjadi sorotan mata.

Hijab Simbol Ketaatan kepada Allah dan Rasul-NyaAllah SWT telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah SWT:
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab: 36)
 
Allah SWT juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)
 
Allah SWT berfirman:
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)
 
Allah SWT berfirman:
“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
 
Allah SWT berfirman:
“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
 
Rasulullah SAW bersabda: “Wanita itu aurat” maksudnya adalah bahwa ia harus menutupi tubuhnya.
 
Hijab itu ‘iffah
Allah SWT menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat).
Allah SWT berfirman:
“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), “karena itu mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka.
 Hijab itu kesucian
Allah SWT berfirman:
Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Allah SWT menyifati hijab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, Allah SWT berfirman:
“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Q.S. Al-Ahzab: 32)
 Hijab itu pelindung 
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan perlindungan”
Sabda beliau yang lain:
“Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya.”
Jadi balasannya setimpal dengan perbuatannya.
 Hijab itu taqwa
Allah SWT berfirman:
“Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.” (Q.S. Al-A’raaf: 26)

· Hijab itu iman
Allah SWT tidak berfirman kecuali kepada wanita-wanita beriman: “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman.” (Q.S. An-Nur: 31). Allah SWT juga berfirman: “Dan istri-istri orang beriman.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Dan ketika wanita-wanita dari Bani Tamim menemui Ummul Mu’minin, Aisyah ra dengan pakaian tipis, beliau berkata: “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.”
 · Hijab itu haya’ (rasa malu)
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”
Sabda beliau yang lain:
“Malu itu adalah bagian dari iman dan iman itu di surga.”
Sabda Rasul yang lain: “Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”

· Hijab itu ghirah (perasaan cemburu)
Hijab itu selaras dengan perasaan cemburu yang merupakan fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak wanitanya. Berapa banyak peperangan terjadi pada masa Jahiliyah dan masa Islam akibat cemburu atas seorang wanita dan untuk menjaga kehormatannya. Ali bin Abi Thalib ra berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ‘ajam (non Arab) di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu.”

AKU INGIN BERJILBAB SEPERTI KAKAK

Ada segores pedih saat ku ukir namamu dik…, Perih. Seakan ribuan belati menusuk ke hati, meninggalkan gumpalan sedih di lubang rasaku.. Penyesalan yang tak berujung, yang membuatku merutuki diri ini yang begitu ego diri. Allah…, Ampuni aku.. Adik, maafkan kakak….

Aku mengenalmu pertama kali ketika kami masih berpakaian putih abu-abu, dan berlanjurt di tingkat kuliah. Aku masih teringat sinar matamu saat aku memasuki kelasmu, dan kamu mengajak kami dan teman-temanmu memanfaatkan waktu kalian di sela waktu luang dalam sebuah majlis ilmu. Kajian jum’at, yang rutin ku jalankan bersama teman-teman akhwatku di rohis.

Sayangnya, sepertinya teman-temanmu tidak begitu merespon, mereka lebih suka menghabiskan waktunya dengan bergosip dan hal-hal yang tidak bermanfaat, tapi kamu berbeda. Kamu terlihat istimewa. Kamu datang, dengan wajah penuh riang. Dik, sampai sekarang aku masih ingat senyuman yang tak penah lepas dari wajahmu.

Senyuman yang dapat menghilangkan segala penat dan lelahku karena tugas-tugas yang menumpuk, program kerja di rohis yang begitu padat, rapat-rapat dan pertemuan yang begitu melelahkan. Tapi kamu…, yah kamu tetap riang dan seolah mengajarkan kami kakak-kakakmu untuk tetap semangat dan menikmati dunia dengan riang.

Kamu semakin dekat pada kami, kamu begitu mudah menyerap segala pengetahuan yang kami berikan kepadamu. Kamu cerdas dik. Mungkin karena belajar dengan hati, kamu begitu mudah menerima kebaikan. Kamu hanif dik, hatimu begitu lembut dengan kebenaran… Allahu akbar, aku malu dik saat menyadari betapa banyak kesombongan di hati ini, tak seperti kau yang sangat bersahaja.

Aku mulai menyadari, dirimu sangat berbeda dengan teman-temanmu. Kamu begitu dekat dengan kami, senior-seniormu, bahkan sangat manja, berbeda dengan teman-temanmu yang cukup segan kepada kami. Tapi aku suka sifatmu dik, aku seolah memiliki adik baru. Kamu sangat perhatian pada kami, terutama padaku. Itu yang ku rasa dulu, setiap di sela jam istirahat, kamu pasti selalu membawa coklat untukku, dan berbisik padaku:

“Kak, jangan bilang sama kak iva yah, aku cuma kasih kakak. He he he.” Katamu dengan wajah penuh rahasia. Aku tertawa, menyambutnya juga dengan wajah tak kalah licik. Ha ha ha ( mb.iva mungkin kamu ingat itu…lucunya adik kita yang satu ini.

Tapi ternyata aku salah, kau melakukan hal yang sama pada mb.iva juga. Kami tertipu, tetapi kami tetap senang. Begitulah caramu membuat kami merasa begitu kamu cintai. Allah, begitu banyaknya dia mengajari kami.Hari itu kamu mendatangiku, dengan wajah penuh semangat lebih dari biasanya. Kamu bertanya kepadaku:

“Kak, aku mau kayak kakak. Menutup aurat dengan sempurna.” Allahu Akbar ! aku menyambut dengan begitu bahagia. Aku sampaikan pada uphi, Hilda dan ade, serta akhwat-akhwat yang lainnya. Mereka merespon dengan begitu bahagia. Kau memintaku menemanimu membeli kain, tentu saja aku mau. Subhanallah, bahagianya hatiku saat itu. Serasa tiada hari terindah melebihi ketika aku pergi bersamamu pada hari itu.

Beberapa hari kemudian kamu datang dengan wajah cemas. Katamu, keluargamu tidak senang dengan perubahanmu, bahkan mereka pernah menyembunyikan jilbabmu. Kamu pun kini ragu dengan pilihanmu. Aku mencoba meyakinkanmu bahwa Allah lah sebaik-baik penolong. Tak ka nada yang bisa menyakitimu dalam lindungan-Nya. Kamu menangis.

Kemudian aku mengajakmu ke mushola. Kita shalat dhuha, dan selesai shalat kamu berkata mantap, “Aku mantap untuk memakainya kak.” Subhanallah, ya Allah, Engkau penguasa hati makhluk-Mu…

Keesokan harinya, kamu dengan jilbab lebarmu, dengan wajah yang sangat berbahagia. Aku memeluk dan menciummu dengan penuh sayang. Aku mencubit pipi tembemmu yang besemu merah, semua akhwat memelukmu dengan bahagia, ahlan wa sahlan yaa ukhti, semoga kamu terjaga dalam busana syar’i ini.

Kamu pun smakin dekat padaku, sangat perhatian pada kami smua, tak pernah seingatku kamu tak datang menjengukku setiap kali aku sakit. Kamu selalu datang walau dalam kondisi sangat lelah.. Dik, kakak sangat bangga padamu.. Kamu semakin aktif, semua amanah yang diberikan mampu kamu kerjakan dengan penuh semangat. Bahkan, rasanya tanpa kamu, kami sangat kerepotan. Kami sangat sayang padamu dik.

Tak terasa 2 tahun kebersamaan kita…. Aku lulus, dan harus meninggalkan kampus kita tercinta, meninggalkan rohis MPM KARAMAH (Mahasiswa Pencinta -Mushallah Kerukunan Remaja Mushallah Aliyah) yang kami rintis dari awal dengan penuh perjuangan, akhwat-akhwatku, adik-adik mentorku, perjuangan kami. Aku harus meninggalkan mereka semua.

Termasuk kamu dik. Kamu menangis, kamu meminta kami agar tak meninggalkan kalian. Yah, kami berjanji akan lebih sering mengunjungi. Tak akan berhenti memperhatikanmu dan yang lain. Tapi, ternyata….

Semua hanya janji, kami masuk dalam lingkungan kampus, yang kesibukannya menumpuk, terlebih aku mengambil fakultas paling sibuk di antara semua fakultas yang ada… Aku tak menepati janji, aku ingkar padamu dik. Allah, ampuni aku…

Aku melupakanmu, aku mulai sibuk di lembaga dakwah kampusku, yang juga meminta perhatian yang sangat besar. Kuliah-kuliahku, lab-labku yang membuatku tak punya waktu untuk yang lain, termasuk padamu. Aku mulai melupakanmu, tapi kamu sering sekali menelponku.

Yah…telpon-telponmu dik.. .Allah, jika mengingat ini, sungguh penyesalanku seakan tak ada habisnya. Kamu begitu sering menelponku, menceritakan semua keadaan di SMU kita, tentang keluargamu yang semakin menentangmu, tentang saudaramu yang sangat membencimu, tentang tidak adanya orang yang mau mendengarkan seluruh keluh kesahmu.

Bahkan terkadang, kamu meneleponku sampai dua jam. Dan aku yang begitu egois, mulai bosan dengan semua keluhanmu. Aku yang terkadang begitu lelah dengan rutinitasku, yang hanya mencuri waktu untuk istirahat, juga harus terganggu dengan teleponmu. Ampuni hamba ya Allah…, aku mulai menghindarimu, tak ku jawab telepon-teleponmu, tapi kamu sekalipun tidak marah. Ya Allah…

Suatu hari, kamu datang ke rumah dengan wajah letih, tak ku temukan keceriaan itu lagi. Ada yang aneh pada dirimu dik, aku sangat terkejut melihatnya…

Wajahmu yang dulu penuh semangat dan selalu dihiasi senyum,keceriaan, yang biasanya mampu mengobarkan semangat orang-orang di sekitarmu. Kini kamu begitu berbeda, wajahmu begitu pucat, loyo, tanpa semangat hidup seperti dulu.

Tubuhmu dik…, Allah… ada apa dengan dirimu dik ? dulu kamu begitu gemuk menggemaskan, dengan pipi tembem yang sangat lucu hingga matamu yang sipit akan semakin kecil saat dirimu tersenyum. Dulu kami (akhwat-akwhat) di rohis sering menyebutmu “Roti donatku” dan kamu akan membalasnya dengan wajah cemberut, yang kemudian diikuti dengan merajuk… tapi kini, kamu sangat kurus dik… sakit kah dirimu ? ini memang pertemuan pertama kita setelah aku lulus, selama ini kita hanya berkomunikasi melalu telepon..

Dulu setiap kali kita berkumpul kamu akan menceritakan semua pengalamanmu padaku, bibirmu akan terus berceloteh tanpa henti, dengan riang dan semangat… aku selalu menjadi pendengar setiamu… tapi kini kamu hanya diam membisu, tercenung tanpa berkata apa-apa….

Saat ku tanya kamu dari mana ? kamu hanya menjawab dengan singkat bahwa kamu hanya kebetulan lewat setelah pulang tarbiyah… lalu selebihnya kamu hanya diam… Dik, tahukah kau, betapa banyak yang ingin ku tanyakan kepadamu? tapi aku tak ingin menambah penatmu dengan pertanyaan-pertanyaanku. Jadi ku biarkan saja kamu dalam diammu… hingga akhirnya kamu tertidur… Aku menatap wajahmu yang teduh dalam tidurmu… dik, sebenarnya apa yang terjadi denganmu ?

Lalu kamu pun pamit, pergi tanpa sedikitpun cerita sebagaimana lazimnya….

Aku kembali dalam duniaku, Kuliahku, labku, amanah dakwahku… Dan.. Ya Rabb, aku kembali melupakanmu dik, hingga kemudian aku menerima sebuah telepon dari temanmu, “Kak, Diana sakit, sudah 1 minggu dia tidak masuk sekolah, kayaknya parah, kalau bisa kakak sempatkan waktu untuk menjenguknya, dia selalu menanyakan kakak dan akhwat-akhwat yang lain.” aku tercenung di ujung telepon, tak tahu harus berbuat apa..

Saat aku dan akhwat-akhwat lain tiba di rumahmu, segera kami ke kamarmu, kamar sempit yang pengap. Hatiku miris…, aku baru kali ini ke rumahmu dik. Rabb, aku baru menyadari betapa aku tidak memperhatikan saudaraku yang memberiku parhatian luar biasa selama ini. Hatiku perih melihat keadaanmu, tubuhmu begitu kurus seperti seonggok tulang berselimut kulit, aku bahkan tak mampu mengenalimu, tubuhku bergetar, dadaku sesak menahan tangis, air mataku jatuh tak mampu ku bendung..

Aku mendekatimu, kamu berusaha tersenyum tapi yang ku lihat adalah ringisan menahan sakit. Aku mencoba menahan perasaanku. Aku memelukmu, mencium keningmu, akhwat yang lain pun melakukan yang sama… kamu tersenyum, mencoba menggapai tanganmu, ku raih dan ku genggam tangan kurusmu… ku mencoba menghiburmu dengan berbagai cerita lucu, kamu tertawa, akwat-akhwat pun tertawa, tapi aku menangis di sini. Di lubuk hati terdalamku, meratapi keacuhanku…,Ketika ingin pamit, kau ingin menahanku, maafkan kakak dik, harusnya dulu aku menemanimu lebih lama dalam kesakitanmu…

Aku mencoba bertanya pada ibumu kenapa kamu tidak dibawa ke Rumah Sakit, dan kembali ku temukan jawaban yang menghempaskan perasaanku hingga hancur berkeping-keping, kau menderita kanker kelenjar getah bening. Dan karena ekonomi, tak punya biaya, kamu hanya di bawa ke puskesmas. Kamu sudah pernah dibawa ke RS tapi di keluarkan karena tak punya biaya…

Rabbana, apa gunaku selama ini, inikah ukhuwah yang aku dengang-dengunkan selama ini? inikah ikatan persaudaraan bagai satu tubuh yang selalu aku ikrarkan dalam setiap majelis yang aku bawakan? inikah kasih sayang yang aku serukan? Tidak, aku harus melakukan sesuatu untukmu dik… Saat itu segera aku bertanya krpada kakakku, dan katanya aku harus mengambil surat keterangan tidak mampu untukmu agar kamu dapat segera di rawat secara gratis…Tunggu aku, aku akan berusaha… ku bisikkan padamu bahwa aku pasti kembali…

Aku kembali menjengukmu dik bersama hilda dan uphi serta beberapa akhwat lain. Aku belum berhasil menyelesaikan urusan surat miskin itu, ternyata harus dengan berbagai macam prosedur, tapi aku akan berusaha dik…Kali ini kondisimu semakin memburuk. Aku memelukmu dan dan kamu berkata “Ini kakak yang cengeng itu yah?” kamu tersenyum.. Aku terperanjat, Rabbana… Dik apa kamu sekarang tidak bisa melihatku ? kamu tersenyum dan berkata, “Kak, afwan kalo bicara suaranya di kencengin yah, aku sudah tidak bisa melihat dan mendengar lagi.”

Tubuhku bergetar, aku tahu wajahku pucat pasi saat itu, aku pun tak bisa membendung tumpahnya air mataku, aku menangis. Para akhwat menarikku menjauh darimu. Dalam pelukan akwat, aku tumpahkan segala rasaku, sedihku, penyesalanku, dan ketakutanku… aku takut kau tak mampu bertahan dik… sungguh aku sangat takut kehilanganmu.

Tiba-tiba kamu tidak sadarkan diri, tak lama kemudian kamu siuman lagi, begitu seterusnya…

Allah, kurasakan aroma sakaratul maut semakin dekat di ruangan ini… ku raih tangan ringkihmu.. inilah tangan yang dulu sering memelukku dari belakang, menutup mataku dan menyuruhku menebak siapa dia, dan tentu saja aku tahu, tak ada tangan yang segemuk punyamu dik, saat aku menjawab, “Pasti si roti donat” kamu tertawa… tapi kini tangan itu tak mampu bergerak lagi… Aku usap air mata di pipimu dik, kamu menangis, apakah kamu merindukanku, merindukan kami saudaramu, yang telah melupakanmu ? sudihkah kau memaafkan kami dik ?

Aku mendekatkan bibirku ke telingamu, aku tak tahu apakah saat itu kau sadar atau tidak. Aku bisikkan kalimatullah. Aku menuntunmu menyebut nama-Nya “Laa Ilaaha illallaah…laa Ilaaha illallah…” bibirmu bergerak dan aku mendengarmu berkata “Allah…Allah..” Rabbana inikah sakaratul maut… sesakit inikah…??? Ya Rabbal izzati… Allahummagfirlahu, Allahummarhamhu… Ampunilah dia, Rahmatilah dia…Aku baru selesai shalat subuh, yang kemudian aku lanjutkan dengan Al-Ma’tsurat dzikir pagi. Hari ini aku berencana mengambil surat keterangan miskin untukmu, yang dijanjikan selesai hari ini, aku sangat bersemangat.

Kamu akan segera di rawat dik. Saat baru saja aku hendak mandi, telepon berbunyi, ternyata dari ukhti Uni, mungkin dia mengajak menjengukmu lagi, tentu saja aku mau, tapi aku salah, berita yang aku terima sungguh sangat membuatku terguncang.. “Ukhti, adik kita Diana… Innalillahi wa innailaihi Rojiun”

Aku tak mau berburuk sangka ” Uni, kamu ngomong apa sih ? ada apa ? ngomongnya jangan nangis gitu dong…?” kataku mencoba menenangkan diri .

“Diana ukh, dia sudah nggak ada, dia meninggal tadi malam jam 01.00, kita doakan yah.. nanti kita sama-sama melayat ke rumahnya” Rabbana… aku terdiam, tak mampu berkata-kata, serasa ada benjolan besar di tenggorokanku yang siap meledak, aku terdiam, tak ku hiraukan uni yang terus memanggilku dan terus menyuruhku bersabar.. aku terduduk.. menangis.. aku tumpahkan segala kesedihanku, penyesalanku, keacuhanku, ketakpedulianku, keegoisanku…

Wajahmu terus berkelabat dalam benakku, senyummu, tawamu, manjamu, semangatmu… aku terus menangis…

Baru saja jenazahmu di bawa dari rumahmu. Ibumu sejak tadi tak sadarkan diri. Kakakmu yang kamu bilang membencimu ternyata sangat mencintaimu, dia yang merawatmu selama kamu sakit. Dik, begitu banyak orang yang datang melayatmu, menghantar jenazahmu, mensholatimu.. .aku hanya bisa diam menatap iringan membawamu ke tempat pembaringanmu meninggalkan kami…

Dik, kakak tak mampu menemanimu lagi seperti dulu, tak akan ada lagi telepon-teleponmu dan smsmu yang kini dan hingga kini ku rindukan dan selalu ku nanti tapi aku tahu hanya akan berbalas kesedihan. Tak ada lagi coklat-coklat kejutan rasa cintamu pada kami… Tak ada lagi cerita-ceritamu tentang masalah-masalahmu yang kini dan hingga kini selalu ku nantikan dan ku tahu hanya berbalas kecewa.

Dik, maafkan kakak, Semoga kau tenang disana, semoga kau dapat menahan himpitan kubur yang kita semua akan merasakannya. Rabbana… Lapangkanlah kuburnya, terangilah dengan cahaya-Mu, jauhkanlah dia dari adzab kubur… Bukakanlah pintu jannah-Mu, sungguh dia adalah mujahidah-Mu, dia adalah tentara yang memperjuangkan agama-Mu..

Ku tahu saat ini begitu banyak dari kami menangisi kepergianmu mujahidah, namun aku pun yakin, ribuan penduduk langit bersorak menyambut kedatanganmu dan ribuan malaikat menaungimu dalam hamparan sayapnya… dalam kedamaian di sisi Rabbmu… Pergilah adikku… kakak ridho..

“Kak, apa aku juga bisa disebut mujahidah ? aku kan tidak berperang” …tertawa…

“Tentu saja dik, setiap orang yang memperjuangkan agama Allah dan mati dalam keyakinan pada-Nya adalah seorang mujahid-mujahidah.” …

“Kak, aku mau berjilbab lebar seperti kakak, pantas nggak yah? aku kan gendut…?” …katamu tersenyum malu…

“Kau akan sangat cantik dengan busana syar’i dik, masih adakah yang lebih penting dari kecantikan di mata Allah…?”

….Kau tertawa…

“Aku mauuuuu cantiiik di mata Allah…” …Tertawa riang….

*** Untuk adikku Diana tenanglah disana, dalam perlindunganNya, tak akan ada yang mampu menyakitimu dik…” ****

Barakallahufikum ....

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

''Renungan Kisah Inspiratif Muslimah''

Minggu, 19 Agustus 2012

WAHAI HAWA



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Wahai Hawa,
Kenapa engkau tidak menghargai nikmat Iman dan Islam itu? Kenapa mesti engkau kaku dalam mentaati ajaran-Nya? Kenapa masih segan mengamalkan isi kandungan-Nya? Dan kenapa masih was-was dalam mematuhi perintah-Nya?

Wahai Hawa,
Sedarlah. Tangan yang menggoncang buaian, boleh menggoncang dunia. Sedarlah hawa kau boleh menggoncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat! Yakni yang Soleh dan Solehah. Kau boleh menggegar dunia dengan menjadi isteri yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan Islam di mata dunia.

Tapi hawa,
Jangan sesekali kau cuba menggoncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu, dengan ayu wajahmu, dengan lenggok tubuhmu. Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk menyatakan kehadiranmu.

Jangan Hawa,
Jangan sesekali cuba menarik perhatian kaum Adam yang bukan suamimu. Kerana aku khuatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian ALLAH . BAHANA! Ia bisa memberi kegembiraan pada syaitan kerana wanita ialah jala syaitan, alat yang di eksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan kaum Adam.

Wahai Hawa,
Andai engkau masih remaja, jadilah anak yang Solehah buat kedua ibu bapamu. Andai engkau sudah bersuami, jadilah isteri yang meringankan beban suamimu. Andai engkau seorang ibu didiklah anakmu sehingga ia tak gentar memperjuangkan Ad-din ALLAH .

Wahai Hawa,
Andai engkau belum berkahwin, jangan kau risau akan jodohmu. Ingatlah hawa janji TUHAN kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan menggadaikan maruahmu hanya semata-mata kerana seorang lelaki. Jangan memakai pakaian yang menampakkan susuk tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki, kerana kau bukan memancing hatinya tapi merangsang nafsunya.

Wahai Hawa,
Jangan sesekali dikau mulakan pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim kerana aku khuatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuan...takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

Wahai Hawa,
Lelaki yang Baik tidak melihat paras rupa. Lelaki yang Soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannya. Lelaki yang Warak tidak menilai wanita melalui keayuannya, kemanjaannya serta kemampuannya menggoncang iman mereka.

Tetapi hawa,
Lelaki yang Baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya dan Ad-dinnya. Lelaki yang Soleh tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya kerana dia takut menberi kesempatan pada syaitan untuk mengodanya. Lelaki yang Warak juga tak mahu bermain cinta sebabnya dia tahu apa matlamat dalam sebuah hubungan antara lelaki dan wanita yakni perkahwinan.

Oleh itu Hawa,
Jagalah pandanganmu, jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu. Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, cukuplah hanya cinta ALLAH menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibu bapamu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta adik beradik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.

Hawa,
Cintailah ALLAH dikala susah dan senang kerana kau akan memperolehi cinta dari insan yang juga menyintai ALLAH . Cintailah kedua ibu bapamu kerana kau akan perolehi keredhaan ALLAH . Cintailah keluargamu kerana tiada cinta selain cinta keluarga.

Hawa ,
Ingatanku yang terakhir, biarlah tangan yang menggoncang buaian ini dapat menggoncang dunia dalam mencapai keredhaan ILAHI. Jangan sesekali tangan ini juga yang menggoncang keimanan kaum Adam.

“Dunia adalah perhiasan & sebaik-baik perhiasan adalah Wanita Solehah”
(Hadith Riwayat Muslim)
 
U

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Wahai Hawa,
Kenapa engkau tidak menghargai nikmat Iman dan Islam itu? Kenapa mesti engkau kaku dalam mentaati ajaran-Nya? Kenapa masih segan mengamalkan isi kandungan-Nya? Dan kenapa masih was-was dalam mematuhi perintah-Nya?

Wahai Hawa,
Sedarlah. Tangan yang menggoncang buaian, boleh menggoncang dunia. Sedarlah hawa kau boleh menggoncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat! Yakni yang Soleh dan Solehah. Kau boleh menggegar dunia dengan menjadi isteri yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan Islam di mata dunia.

Tapi hawa,
Jangan sesekali kau cuba menggoncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu, dengan ayu wajahmu, dengan lenggok tubuhmu. Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk menyatakan kehadiranmu.

Jangan Hawa,
Jangan sesekali cuba menarik perhatian kaum Adam yang bukan suamimu. Kerana aku khuatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian ALLAH . BAHANA! Ia bisa memberi kegembiraan pada syaitan kerana wanita ialah jala syaitan, alat yang di eksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan kaum Adam.

Wahai Hawa,
Andai engkau masih remaja, jadilah anak yang Solehah buat kedua ibu bapamu. Andai engkau sudah bersuami, jadilah isteri yang meringankan beban suamimu. Andai engkau seorang ibu didiklah anakmu sehingga ia tak gentar memperjuangkan Ad-din ALLAH .

Wahai Hawa,
Andai engkau belum berkahwin, jangan kau risau akan jodohmu. Ingatlah hawa janji TUHAN kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan menggadaikan maruahmu hanya semata-mata kerana seorang lelaki. Jangan memakai pakaian yang menampakkan susuk tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki, kerana kau bukan memancing hatinya tapi merangsang nafsunya.

Wahai Hawa,
Jangan sesekali dikau mulakan pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim kerana aku khuatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuan...takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

Wahai Hawa,
Lelaki yang Baik tidak melihat paras rupa. Lelaki yang Soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannya. Lelaki yang Warak tidak menilai wanita melalui keayuannya, kemanjaannya serta kemampuannya menggoncang iman mereka.

Tetapi hawa,
Lelaki yang Baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya dan Ad-dinnya. Lelaki yang Soleh tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya kerana dia takut menberi kesempatan pada syaitan untuk mengodanya. Lelaki yang Warak juga tak mahu bermain cinta sebabnya dia tahu apa matlamat dalam sebuah hubungan antara lelaki dan wanita yakni perkahwinan.

Oleh itu Hawa,
Jagalah pandanganmu, jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu. Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, cukuplah hanya cinta ALLAH menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibu bapamu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta adik beradik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.

Hawa,
Cintailah ALLAH dikala susah dan senang kerana kau akan memperolehi cinta dari insan yang juga menyintai ALLAH . Cintailah kedua ibu bapamu kerana kau akan perolehi keredhaan ALLAH . Cintailah keluargamu kerana tiada cinta selain cinta keluarga.

Hawa ,
Ingatanku yang terakhir, biarlah tangan yang menggoncang buaian ini dapat menggoncang dunia dalam mencapai keredhaan ILAHI. Jangan sesekali tangan ini juga yang menggoncang keimanan kaum Adam.

“Dunia adalah perhiasan & sebaik-baik perhiasan adalah Wanita Solehah”
(Hadith Riwayat Muslim)
 
Sumber : SPSB
 
Copyright © 2013 Insfirasi Wanita
Design by FBTemplates | BTT