infopaytren.com
BREAKING

Selasa, 11 Desember 2012

Penyesalan seorang putri kepada ibunya...

Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tid
ak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.

"Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan," gerutunya dalam hati. "Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!"

Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.

Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.

"Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam," sapa si tukang bakso.

"Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang," jawabnya tersipu malu.

"Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mi bakso yang super enak."

Putri pun segera duduk di dalam.

Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, "Lho, kenapa menangis, neng?" tanya si abang.

"Saya jadi ingat ibu saya, nang. Sebenarnya... hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang."

"Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho."

Putri seketika tersadar, "Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?"

Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,

"Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu."

"Ibu, maafkan Putri, Bu," Putri pun menangis dan menyesal di pelukan ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.

========================================
Saat kita mendapat pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun dari orang lain, sering kali kita begitu senang dan selalu berterima kasih. Sayangnya, kadang kasih dan kepedulian tanpa syarat yang diberikan oleh orangtua dan saudara tidak tampak di mata kita. Seolah menjadi kewajiban orangtua untuk selalu berada di posisi siap membantu, kapan pun.

Bahkan, jika hal itu tidak terpenuhi, segera kita memvonis, yang tidak sayanglah, yang tidak mengerti anak sendirilah, atau dilanda perasaan sedih, marah, dan kecewa yang hanya merugikan diri sendiri. Maka untuk itu, kita butuh untuk belajar dan belajar mengendalikan diri, agar kita mampu hidup secara harmonis dengan keluarga, orangtua, saudara, dan dengan masyarakat lainnya. Silahkan LIKE dan SHARE buat teman kita ya..

KAMU INDAH DENGAN SENYUM

¤_¤Tersenyumlah karena senyum akan
membuat dunia menjadi indah penuh
warna...Sweer!!!

¤_¤Senyuman itu ibarat lukisan hati
dan bahasa jiwa..

Senyum dalam arti yang wajar bukan untuk
menggoda itu lebih baik juga enak di
pandang.
Ibarat senyum seorang pedagang
untuk sang pembeli, dengan senyuman
ketulusan si pedagang sudah dapat 2
manfaat/ keuntungan.. Keuntungan
dunianya dan keuntungan akheratnya.
Serius niih Sahabat....

Subhanallah...betapa indahnya ISLAM..
Tiada mengurangi rasa percaya
bahwa dengan seulas senyum adalah
sebuah "RIZKI dari RABB_NYA".
Senyum yang tulus se'olah_olah mampu
menyirami bunga yang layu karena teriknya
mentari..

Bagai kicauan burung burung
menyambut suasana di pagi hari...
Untuk itu sahabat..

Tebarkan senyuman yang tulus karena senyum
itu sebuah"SEDEKAH". jangan pernah
meremehkan sebuah senyuman dan
sikap yang ramah tamah tergadap
sesama. karena bisa jadi keberhasilan
dan kesuksesan seseorang berawal dari sebuah senyuman.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.
bersabda :"Janganlah kamu
meremehkan kebaikan seseorang
sedikitpun,walau hanya dengan wajah
berseri ketika bertemu dengan
saudaramu".

Kamis, 06 Desember 2012

Kaya Yang Sebenarnya

Ada seorang kaya yang sombong tanpa sengaja tersenggol seorang pengemis.
Dengan emosi ia berkata kepada si pengemis, "Dasar pengemis bodoh, berani²nya kamu menyenggol saya, kamu tidak tahu ya siapa saya ?"

"Maaf tuan, saya benar² tidak sengaja, tapi... sebenarnya tuan ini siapa ?" Kata si pengemis ketakutan.

Dengan sombong orang kaya tersebut menjawab, "Saya orang yang paling kaya di kota ini !" Tetapi dengan polos pengemis itu berkata, "Maaf tuan, setahu saya, orang yang paling kaya di kota ini adalah tukang kayu yang tinggal di ujung jalan. Ia sering MENGUNDANG para pengemis seperti saya ini untuk makan bersama di rumahnya."

Mendengar hal itu, orang kaya tertunduk malu dan segera berjalan menjauhi si pengemis. Ia tahu benar siapa tukang kayu yang dibicarakan sipengemis tadi yang sebenarnya hidup dalam kekurangan namun selalu mau berbagi kepada sesama.

MORAL STORY

"KEMISKINAN" seseorang tidak lantas dihubungkan dengan sedikitnya harta yang dimiliki.

Dunia boleh memuja materi, tetapi soal "KEKAYAAN" yang sesungguhnya tidaklah se-mata² diukur atas dasar harta dan kelimpahan materi yang dimiliki seseorang, melainkan berbicara tentang berapa banyak yang ia dapat BAGIKAN dan BERIKAN kepada sesamanya.

Ketika seseorang mau BERBAGI dengan sesamanya, sekalipun ia tidak memiliki materi yang berlimpah, dia sudah dapat dikatakan sebagai seorang yang KAYA.

Sebaliknya, seseorang yang tidak pernah BERBAGI dengan sesamanya sekalipun memiliki MATERI yang BERLIMPAH, sebenarnya ia adalah seorang yang miskin.

UNTUKMU CALON IMAMKU

Ketika ALLAH menjadi alasan paling utama,maka aku berani memutuskan untuk menerima pinanganmu dan berpasrah ketika kau berkehendak menyegerakan pernikahan kita....

Ketika ALLAH menjadi alasan paling utama,maka aku berani memutuskan dengan siapa aku akan menikah..

Aku tidak banyak ragu tentang dirimu,kau jemput aku di tempat yang ALLAH suka dan satu hal yang pasti,aku tidak

ikut mencampuri ataupun mengatur apa-apa yang menjadi urusan ALLAH..

Sehingga aku dinikahi seorang lelaki sholeh,tegar dan menjadi komitmenku berbakti kepada suami..

Ketika ALLAH menjadi alasan paling utama,maka aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat segala kekurangan suamiku..Dan sekuat tenaga pula,aku mencoba membahagiakan dia...

Ketika ALLAH menjadi alasan paling utama,maka menetes air mataku saat melihat segala kebaikan dan kelebihan suamiku,yang rasanya sulit aku tandingi...

Ketika ALLAH menjadi alasan paling utama,maka akupun berdoa,Yaa ALLAH,jadikan dia,seorang lelaki surga,suami dan ayah anak-anakku,yang dapat menjadi jalan menuju surga-Mu... Aamiin ya Rabbal'alamin....

Telah menjadi Azzamku,kalau ALLAH menjadi alasan paling utama untuk menikah,maka seharusnya tidak ada lagi istilah,mencari yang cocok,yang ideal,yang menggetarkan hati,yang menentramkan jiwa,yang…..yang.…yang……dan 1000 “yang”……lainnya…..

Karena semua itu baru akan muncul justru setelah melewati jenjang pernikahan...

Niatkan semua karena ALLAH AZZA WA JALLA dan harus yakin kepada Sang Maha Penentu segalanya.

Rabu, 05 Desember 2012

" Arti dari ijab Qobul "

" Aku terima nikah nya si Dia binti ayah si dia dengan mas kawin nya... " Singkat, padat dan jelas..

Tapi taukah makna " Perjanjian / ikrar " tersebut..??

" Maka aku tanggung dosa2 nya si dia dari ayah dan ibu nya, dosa apa saja yang tlah dia lakukan dari tidak menutup aurat hingga dia meninggalkan sholat..

Semua yang berhubungan dengan si dia aku tanggung dan bukan lg orang tua nya yg menanggung serta akan aku tanggung semua dosa dari caon anak-anak ku kelak.. "

Jika aku gagal..?? " Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar, dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksa aku hingga hancur tubuh ku.. ( HR> Muslim )

Duhai para wanita ndan istri.. Begitu berat nya pengorbanan suami mu terhadap mu, karna saat ijab qobul terucap, Arsy_nya berguncang karna berat nya perjanjian yg di buat oleh nya di hadapan Allah, dengan di saksikan para malaikat dan manusia..

Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suami mu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami mu terhadap mu..

Selasa, 04 Desember 2012

... TIGA BULAN TIDAK MAMPU MEMANDANG WAJAH SUAMI ...

Sebuah Kisah nyata yang bisa kita ambil pelajarannya...

inilah kisahnya :

Perkawinan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik:­­ “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik,­­ akhirnya menjadi berisik.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.

Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.S­ang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.

Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.
Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran.­­ Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.

Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman.Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.

”Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah Subhanahu wa ta’ala.
Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.

Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya:“Wahai­ fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”. Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.”

Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah Subhanahu wa ta’ala, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.Akhi­rnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”. Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal. Mendengar keterangan tersebut, jatuh psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya:“Semua­ ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”. Sang istri pun bad rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”. “Haah, pergi?”. Kata sang istri. “Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.

Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi”.
Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.Ketah­uilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.Dan subhanallah …

Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.Suasan­a rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Pulau Jawa. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.

Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan. Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya­­ dan membacanya.Hamp­ir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya.Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya,­­ ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan,ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

.͡▹ Semoga menjadi Renungan

Minggu, 02 Desember 2012

KISAH SEORANG TUKANG CUKUR.

Seorang customer datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN.

Si tukang cukur bilang, "Saya tidak percaya Tuhan itu ada."

"Kenapa kamu berkata begitu?" timpal si customer.

"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... Untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.


Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,


Adakah yang sakit? Adakah anak terlantar? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.


Si customer diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si customer pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, gimbal, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si customer balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."

Si tukang cukur tidak terima, "Kamu kok bisa bilang begitu?" "Saya di sini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"

"Tidak!" elak si customer. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang diluar sana", si customer menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!" Sanggah si tukang cukur. "Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!" kata si customer menyetujui. "Itulah point utama-nya! Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA! Tapi apa yang terjadi... Orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-Nya, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu, banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

Si tukang cukur terbengong!!

Semoga bermanfaat,,
 
Copyright © 2013 Insfirasi Wanita
Design by FBTemplates | BTT